TUGAS MATKUL RPL.. SDLC

lagi pendalaman materi ceritanya…
biar afdhol ama ilmunya bu sarwosri…

Pendalaman Software Process Model (SDLC Model)

1. Tentukan Model berikut masuk kategori yg mana

    dan alasannya.

- RAD Model

- Concurent development model

2. Jelaskan tentang win-win spiral model

3. Jelaskan perbedaan antara Spiral Model  dan Win-win spiral model

4. Jelaskan perbedaan iterative dan incremental model

5. Diberikan kasus sebagai berikut:

 

Global Systems Inc. has been commissioned to develop mobile banking

software. The requirements for the software are as follows:

• The software should consist of a Graphical User Interface (GUI) that

will be displayed on the mobile screen.

• The GUI should provide banking facilities, such as balance enquiry,

money transfer, online billing of telephone and Internet bills, and

property tax.

• The transaction-processing speed should be fast. Any delay in

processing can increase the network traffic and adversely affect

customer service.

• The requirements for the mobile banking software may further evolve,

for example the functionality of online reservation of the air tickets

may be included.

 

Lakukan:

  1. Identifikasi proses model yang cocok untuk kasus ini, berikan alasannya.
  2. Sebagai seorang developer, bagaimana design yang cocok untuk Global System Inc à berikan analisa.

itu soalnya..dan ini jawabannya…

Jawaban no 1.
Rapid Application Development

Rapid Aplication Development (RAD) adalah sebuah model proses perkembangan software sekuensial linier yang menekankan siklus perkembangan yang sangat pendek. Model RAD ini merupakan sebuah adaptasi “kecepatan tinggi” dari model sekuensial linier di mana perkembangan cepat dicapai dengan menggunakan pendekatan kontruksi berbasis komponen. Jika kebutuhan dipahami dengan baik, proses RAD memungkinkan tim pengembangan menciptakan “sistem fungsional yang utuh” dalam periode waktu yang sangat pendek (kira-kira 60 sampai 90 hari). Karena dipakai terutama pada aplikasi sistem konstruksi, pendekatan RAD melingkupi fase – fase sebagai berikut :

 

1. Bussiness modeling

Aliran informasi di antara fungsi – fungsi bisnis dimodelkan dengan suatu cara untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan berikut : informasi apa yang mengendalikan proses bisnis? Informasi apa yang di munculkan? Siapa yang memunculkanya? Ke mana informasi itu pergi? Siapa yang memprosesnya?

 

2. Data modeling

Aliran informasi yang didefinisikan sebagai bagian dari fase bussiness modelling disaring ke dalam serangkaian objek data yang dibutuhkan untuk menopang bisnis tersebut. Karakteristik (disebut atribut) masing–masing objek diidentifikasi dan hubungan antara objek – objek tersebut didefinisikan.

 

3. Prosess modeling

Aliran informasi yang didefinisikan di dalam fase data modeling ditransformasikan untuk mencapai aliran informasi yang perlu bagi implementasi sebuah fungsi bisnis. Gambaran pemrosesan diciptakan untuk menambah, memodifikasi, menghapus, atau mendapatkan kembali sebuah objek data.

 

4. Application generation

RAD mengasumsikan pemakaian teknik generasi ke empat. Selain menciptakan perangkat lunak dengan menggunakan bahasa pemrograman generasi ketiga yang konvensional, RAD lebih banyak memproses kerja untuk memkai lagi komponen program yang ada ( pada saat memungkinkan) atau menciptakan komponen yang bisa dipakai lagi (bila perlu). Pada semua kasus, alat – alat bantu otomatis dipakai untuk memfasilitasi konstruksi perangkat lunak.

 

5. Testing and turnover

Karena proses RAD menekankan pada pemakaian kembali, banyak
komponen program telah diuji. Hal ini mengurangi keseluruhan waktu pengujian. Tetapi komponen baru harus di uji dan semua interface harus dilatih secara penuh. Untuk itu, dibutuhkan “automated tool” untuk pembuatan software tersebut.

Kelemahan model RAD adalah :

 

1. Bagi proyek yang besar tetapi berskala, RAD memerlukan sumber daya manusia yang memadai untuk menciptakan jumlah tim RAD yang baik.

2. RAD menuntut pengembangan dan pelanggan memiliki komitmen di dalam aktivitas rapid-fire yang diperlukan untuk melengkapi sebuah sistem, di dalam kerangka waktu yang sangat diperpendek. Jika komitmen tersebut tidak ada, proyek RAD akan gagal.

3. RAD memerlukan developer dan customer yang Commit terhadap aktifitas yang ketat sesuai dengan time frame yang diberikan.

4. RAD tidak cocok pada saat resiko teknis tinggi. Hal ini bisa terjadi pada saat aplikasi baru menggunakan teknologi baru atau pada saat software yang baru memerlukan derajat kebergantungan yang tinggi terhadap program komputer yang sudah ada.

5. Proyek bisa gagal karena waktu yang disepakati tidak dipenuhi

6. Sistem yang tidak bisa dimodularisasi tidak cocok untuk model ini

 

RAD adalah model proses pembangunan PL yang incremental. RAD menekankan pada siklus pembangunan yang pendek/singkat. RAD mengadopsi model waterfall dan pembangunan dalam waktu singkat dicapai dengan menerapkan component based construction. Waktu yang singkat adalah batasan yang penting untuk model ini.
Jika kebutuhan lengkap dan jelas maka waktu yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan secara komplit software yang dibuat adalah misalnya 60 sampai 90 hari.

 

Concurent development model

Model pengembangan concurent memfokuskan pada keadaan dari suatu proyek dimana beberapa aktivitas pada tahap yang berbeda dapat terjadi secara konkuren. Model ini direpresentasikan sebagai serangkaian aktivitas teknis, tugas dan keadaan dari aktivitas tersebut. Maka dengan demikian semua aktivitas ada secara bersamaan/konkuren, tetapi dalam keadaan yng berbeda. Model ini mendefinisikan serangkaian kejadian (event) yang dapat merubah suatu aktivitas dari suatu keadaan ke keadaan yang lain. Model ini mirip Spiral model, biasa digunakan dalam pengembangan aplikasi client / server.

2. Jelaskan tentang win-win spiral model

 

Win-win spiral model adalah satu perluasan dari Spiral Model. Di  model ini, tim pengembang dan pelanggan mendiskusikan dan merundingkan permintaan. Model ini disebut Win-Win karena memberikan suatu situasi menguntungkan untuk tim pengembang dan juga untuk pelanggan. Pelanggan untung dengan mendapatkan produk yang sesuai dengan permintaan mereka, disamping itu regu pengembang untung dengan mengirim software yang dikembangkan dengan semua permintaan yang dibentuk setelah negosiasi-negosiasi dengan pelanggan.

Win-win spiral model adalah model yang menguntungkan kedua belah pihak, yaitu pihak pembuat project  dan customer. Fase tertentu dapat di ulang oleh pembuat project tanpa harus mengulang dari awal. Disini tim pengembang dan pelanggan akan melakukan diskusi dan negosiasi terhadap requirement-nya

Ada enam tahapan model win-win spiral, diantaranya:

a.   Identifikasi permintaan.

b.   Negosiasi dengan konsumen

c.   Melakukan perubahan permintaan baru setelah melakukan negosiasi dengan konsumen.

d.   Menilai proses dan produk alternative dan analisa kerusakan.

e.   Persetujuan proses dan produk.

f.   Tinjauan ulang dengan member laporan kepada konsumen.

 


3. Jelaskan perbedaan antara Spiral Model  dan Win-win spiral model

 

Yang membedakan antara win win spiral model dan spiral model adalah setelah selesai mendapatkan feed back dari pelanggan, tim pengembang aplikasi dan pelanggan akan kembali melakukan negosiasi untuk perkembangan aplikasi tersebut.

 

a. Spiral Model

Dikembangkan dari sifat iterative prototyping model dan sifat linier waterfall model. Merupakan model yang ideal bagi software yang memiliki bermacam jenis.

Dalam tiap iterasinya, proses software development mengikuti tahap-tahap fase linier, dan dalam akhir tiap fasenya, user mengevaluasi software tesrebut dan memberikan feed back. Proses iterasi berlangsung terus dalam pengembangan software tersebut.

Menggabungkan keuntungan-keuntungan model air terjun dan prototyping, dan memasukkan aktivitas analisis resiko (risk analysis).
Melibatkan proses iterasi, tiap iterasi bekerja pada satu ‘level produk’ (dari level prototipe sampai pada level perangkat lunak yang diinginkan). Tiap perpindahan level didahului oleh analisis resiko.


Terdiri dari empat aktivitas utama :

- Perencanaan : penentuan sasaran, alternatif solusi, dan hambatan.

- Analisis resiko : analisis alternatif solusi dan identifikasi resiko.

- Perekayasaan : pengembangan produk pada ‘level berikutnya’.

- Evaluasi oleh pemakai : diterapkan pada hasil proses perekayasaan.

b. Win Win Spiral Model

merupakan versi Extended dari Spiral model. Tambahannya hanya pada fase requirement. Yaitu, terdapat diskusi dan negoisasi pada fase requirement, sehingga tercapailah sebuah win-win solution untuk kedua belah pihak.

 

4. Jelaskan perbedaan iterative dan incremental model

 

The Incremental Model

Mengadopsi model sekuensial linier dan model prototipe. Fungsi dasar sama, tapi ada tambahan asesoris (contoh : ada M.Word 1997, 2000). Fungsi tambahan ditambahkan terus untuk membuat sistem menjadi lebih baik. Pada increment pertama PL yang jadi, mengakomodasi kebutuhan inti. Baru pada tahap berikutnya ditambahkan kemampuan baru.

Pada model ini, requirement software dipecah menjadi beberapa fungsi-fungsi atau bagian-bagian. Sebuah daftar kegiatan project akan dibuat dengan maksud mengetahui tiap-tiap fungsi yang harus dilakukan dalam tiap unit. Masing-masing unit fungsional diimplementasikan dalam sebuah penambahan dan produk akhirnya dikembangkan setelah keseluruhan unit fungsional diimplementasikan dalam proses pengembangannya.

Masing-masing penambahan pada tiap unit terdiri dari 3 fase: design, implementasi, dan analisis. Proses pengembangan ini akan terus diulang sampai keseluruhan akitivitas dalam daftar aktivitas diimplementasikan.

 

Model incremental merupakan persyaratan- persyaratan software dipecah ke dalam beberapa unit fungsi.

Contoh : pengembangan microsoft word.

  • Increment 1 : hanya memberi fungsi inti –> hanya bisa mengetik saja
  • Increment 2 : bisa word art, spelling, dll

Kelebihan model : cocok untuk produksi masal.

Masalah dengan Incremental model:
1. cocok untuk proyek berukuran kecil (tidak lebih dari 200.000 baris coding)
2. mungkin terjadi kesulitan untuk memetakan kebutuhan pengguna ke
dalam rencana spesifikasi masing-masing hasil increment

Iterative  Model

Model iterative atau pengulangan merupakan hasil perbaikan  dari model prototyping, model ini digunakan ketika persyaratan untuk sebuah software memungkinkan peningkatan selama proses pengembangan. Metode yang merupakan pengembangan dari prototyping model dan digunakan ketika requirement dari software akan terus berkembang dalam tahapan-tahapan pengembangan aplikasi tersebut. Sedikit pengertian tentang requirement software dari developer yang diterapkan pada  tahap pertama iterasi, akan mendapatkan tanggapan dari user. Ketika requirement menjadi jelas, tahapan iterasi selanjutnya akan dilaksanakan.

Model iterative juga memiliki beberapa tipe yaitu spiral, win-win spiral & component-based development.

a. Spiral model

Gabungan perulangan pada Prototyping dan satu arahnya Waterfall. Seperti model ini dibagi menjadi beberapa iterasi. Jadi pada iterasi pertama customer langsung mengevaluasi software tersebut dan memberikan feedback. Berdasarkan feedback tersebut pembuatan software langsung menuju iterasi berikutnya. Begitu seterusnya, selama masa hidup Software tersebut.

b. Win-Win Spiral model

Ini adalah versi Extended dari Spiral model. Penambahannya terletak pada fase requirement. Yaitu, adanya fase diskusi dan negosiasi pada fase requirement, sehingga tercapailah sebuah win-win solution untuk kedua belah pihak yakni developer dan customer.

c. Component-Based Development Model

Sebuah system dibagi menjadi beberapa Component sesuai dengan namanya. Component itu sendiri merupakan bagian program yang besar yang berisi suatu fungsi atau kumpulan2 fungsi. Selain itu, komponen-komponen yang sudah dibuat bisa dipakai lagi dan dikombinasikan dengan komponen yang lain.

 

Permasalahan :

 

Global System Inc. ditugaskan untuk mengembangkan sebuah aplikasi mobile banking, Kebutuhan dari software tersebut sebagai berikut:

1. Software terdiri dari sebuah GUI yang akan ditampilkan ke layar.

2. GUI harus menyediakan fasilitas perbankan seperti saldo, transfer uang, billing telepon dan internet online, serta pajak properti.

3. Kecepatan proses transaksi haruslah cepat. Sebuah penundaan dalam pemrosesan bisa meningkatkan trafik jaringan dan berdampak pada pelayanan konsumen

4. Kebutuhan dari software mobile banking mungkin berkembang, sebagai contoh, fungsionalitas dari reservasi online dari tiket pesawat terbang mungkin akan ditambahkan.

 

Analisa :

 

Dalam sebuah software, adanya sebuah Graphical User Interface akan jauh lebih memudahkan pengguna software untuk berinteraksi dengan software, dikarenakan tampilan GUI akan jauh lebih meminimalkan kesalahan penggunaan dari user daripada pada aplikasi yang berbasis console. Selain itu, aplikasi yang menggunakan GUI akan jauh lebih menarik dan user-friendly daripada aplikasi yang berbasis console.

 

Aplikasi yang akan dibuat adalah aplikasi yang akan dijalankan pada perangkat mobile (handphone), karena memang aplikasi mobile banking lebih ditujukan untuk mengimbangi mobilitas seseorang dengan tetap dapat melaksanakan aktifitas perbankan. aplikasi disini bukanlah aplikasi besar yang berlevel enterprise, sehingga baris kodennya juga tidak terlalu banyak.

 

Software yang nantinya dikembangkan haruslah memenuhi beberapa kriteria diantaranya : aplikasinya tidak membutuhkan resource yang besar, dapat berjalan di perangkat mobile, kecepatan proses transaksi haruslah cepat, aplikasi nantinya bisa dikembangkan lebih lanjut untuk mengimbangi kebutuhan pengguna software.

  1. Menurut kami, model pengembangan software yang cocok dipakai adalah model Incremental. Karena pada model incremental pengembangan software bisa dilakukan secara bertahap. Pada increment-increment awal, kebutuhan dasar software-lah yang diaplikasikan, misalnya kebutuhan dasar software perbankan seperti pengecekan saldo, transfer rekening, dan sebagainya. Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan fungsionalitas software pada increment selanjutnya, misalnya dengan penambahan fitur-fitur pelengkap seperti reservasi tiket pesawat terbang.

Selain itu, ada beberapa kriteria pada analisa software yang memang cocok dengan model pengembangan software secara incremental, misalnya : sofware yang berlevel micro, memiliki baris kode yang sedikit.

  1.  Desain awal dari software ini tentunya user akan diminta login terlebih dahulu, dengan memasukkan username dan password. Seperti layaknya user yang melakukan transaksi perbankan di atm. Setelah berhasil melalui form login, maka akan terdapat beberapa pilihan menu transaksi. Menu-menu tersebut terdiri dari transfer uang, pembayaran tagihan yang terdiri tagihan telpon dan/atau tagihan internet, lalu pembayaran pajak kekayaan (property tax). Untuk lebih meningkatkan kecepatan transfer data dalam software ini, dibutuhkan sebuah server. Dalam pengerjaan software ini, kami menggunakan server tercanggih yang diklaim oleh pabrik pembuatnya. Sehingga kemudahan akses transfer datanya bisa lebih cepat. Untuk mengikuti perkembangan jaman yang semakin maju, software ini nantinya akan ditambahkan sebuah fitur yang berguna dalam pemesanan tiket penerbangan (reservation). Sehingga customer akan diberikan kemudahan pemesanan tiket secara online.

 

About these ads

14 Comments

  1. March 7, 2008 at 2:50 pm

    I found your blog on google and read a few of your other posts. I just added you to my Google News Reader. Keep up the good work. Look forward to reading more from you in the future.

    Robert Michel

  2. arie said,

    March 9, 2008 at 3:57 am

    zzzzzzz…

  3. gita said,

    March 18, 2008 at 3:10 pm

    bagus banget….
    informasi ini aku butuhin banget….
    tanks…

  4. Doni said,

    December 25, 2008 at 11:00 pm

    Hatur nuhun…..

  5. December 26, 2008 at 9:43 pm

    [...] [2]. Pendalaman Software Process Model. Retrieved from : http://alaydoank.wordpress.com/2008/03/07/tugas-matkul-rpl-sdlc/ [...]

  6. Kukuh said,

    March 4, 2009 at 10:12 am

    Thanks atas infonya..^^
    Good luck for all..

  7. Rizki said,

    March 5, 2009 at 8:23 am

    thanks broder… God Bless You

  8. kiki said,

    April 19, 2009 at 4:57 pm

    wah, ini info yg bagus banget coz aku jg belajar ini di BINUS.
    hehehheh. apa yg buat blog jg anak BINUS ?

  9. idham said,

    November 4, 2009 at 10:23 am

    informasi yang sangat bermanfaat..
    saya minta ya..
    Hatur nuhun..

  10. Ginanjar said,

    November 11, 2009 at 12:53 pm

    yang saya tau model spiral Berhentinya ketika pelanggan tidak kompolen lagi terhadap program kita!!!!

  11. fiqih said,

    February 21, 2010 at 3:48 pm

    thx info na kk..

  12. aditya n.j said,

    October 11, 2010 at 9:53 pm

    hahaha… thx ya atas infonya, ane butuhin nih ^^

  13. antondoank said,

    September 25, 2011 at 12:42 pm

    thanks atas infonya, terus berkarya bro!!

  14. fian c said,

    October 8, 2012 at 11:07 am

    gan mw tanya soal model spiral…

    kalo boleh tw contoh aplikasi buat model spiral itu ap yaaa?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: